17 Okt 2011

Minus satu untuk kebanggaan Indonesia



Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa (PSTK ITB) merupakan salah satu unit kebudayaan terbesar dan tertua yang ada di kampus ganesha. Terang saja, tahun 2011 ini PSTK ITB memasuki usianya yang ke 40, tepatnya tanggal 7 Maret. Aku yang memutuskan ikut unit budaya ini sejak 2009 memang bukan tanpa alasan. Latar belakang kakek dan nenek aku adalah pegiat seni yang pernah berkeliling Indonesia lewat seni tari dan karawitan. Kakek aku dalang sekaligus penari tradisional, sedangkan nenek aku seorang sinden. Sayang, anak-anak beliau tidak ada yang meneruskan jejaknya sebagai pegiat seni. Hingga tibalah saatnya, aku cucunya ini yang berniat meneruskan perjuangan beliau pada kearifan bangsa, yaitu budaya.
Tahun 2010 yang lalu, aku memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi salah seorang yang akan memimpin barisan terdepan kemegahan 40 tahun PSTK. Tanggap Warsa ke-40 tahun PSTK (TW 40 PSTK) akan menjadi salah salah satu momentum sejarah berjayanya PSTK ITB. Ya, minimal aku bisa mengukir sejarah baru bagi PSTK di usianya yang ke 40, dan seolah bicara pada kakek dan nenek aku. “Kek, Nek, ini lho cucumu sebagai penerus cita-cita luhurmu yang sempat tertunda”. Berangkat dari niat tersebut, Alhamdulillah aku terpilih sebagai ketua TW 40 PSTK ITB. Berikut tiga acara besar yang kami selenggarakan :

Ganesha Membatik : Workshop Batik Akbar 1000 Peserta, 12 Maret 2011
Ganesha membatik merupakan acara membatik bersama dengan target 1000 peserta. Peserta terbagi menjadi kategori pelajar, mahasiswa dan umum. Acara ini bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan proses membatik secara tradisional kepada masyarakat. Acara ini menjadi menarik karena di samping trend batik yang sedang naik  juga karena peserta akan diajari cara membatik tradisional. Acara ini telah terlaksana dengan peserta sebanyak 850 Peserta dan 80 trainer sehingga total peserta saat acara 930 orang.
 
Pagelaran Ramayana, 24 April 2011
Pagelaran Ramayana ini merupakan rangkaian acara kedua TW 40 PSTK ITB. Pagelaran ini ditampilkan dan disutradari oleh anggota aktif PSTK ITB sebagai ajang apresiasi bagi para peminat dan pecinta seni. Cerita yang diangkat adalah lakon berjudul “Ramayana” yang menceritakan kisah cinta Sri Rama dan Dewi Shinta. Drama Tari ini memadukan 4 seni sekaligus yaitu seni peran, seni tari, serta seni tembang (suara) dan Gamelan. Seni tari dan tembang mengiringi cerita ini sehingga cerita ini mirip seperti opera jawa dimana dialognya dan gerakannya  tidak hanya diungkapkan seperti bicara biasa namun juga diungkapkan dengan tembang dan tarian. Gamelan atau gending digunakan untuk membuat suasana dan mengiringi tari serta tembang. Pagelaran ini berhasil terlaksana di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB Bandung dan alhamdulillah tiket 100% terjual.


International Javanese Gamelan Festival 2011, 10-12 June
Festival Gamelan Jawa Internasional adalah acara yang diselenggarakan sebagai acara penutup dalam rangkaian Tanggap Warsa 40 PSTK-ITB. Festival ini diadakan untuk mengapresiasi pihak-pihak yang pedulli akan budaya tradisional, khususnya Jawa.  Semangat yang diusung dalam festival ini adalah pelestarian dan pengembangan. Oleh karena itu dalam festival ini setiap penampil diwajibkan membawakan lagu tradisional sebagai semangat pelestarian, dan lagu kontemporer sebagai semangat pengembangan.
Acara ini diselenggarakan 2 hari di Aula Barat Institut Teknologi Bandung dan diikuti oleh 10 peseta yaitu : Gamelan Asmarandana Singapore, Sanggar Kirana UTP Malaysia, Laras Udan Asih UI, Seta Kresna Wirama UI, UKJGS UGM, Gamelan Puspitarini Jakarta, Gamelan Laksita Mardhawa Jakarta, Gamelan Metri Budaya Telkom Bandung, serta Institut Seni Indonesia Surakarta.
UKJGS UGM keluar sebagai juara untuk kategori terbaik gendhing tradisional sedangkan Laras Udan Asih UI sebagai juara untuk kategori gendhing kontemporer.

Puas rasanya menjalankan kepanitiaan yang melelahkan namun membanggakan. Senang rasanya bisa berbagi ilmu membatik kepada ratusan masyarakat, senang rasanya ketika harus menunjukkan kemampuan menari dan memainkan gamelan, dan bangga rasanya mengukir sejarah untuk festival internasional pertama bagi PSTK. Tentu keberhasilan ini adalah keberhasilan panitia dan PSTK sebagai tim. Beribu terimakasih kami ucapkan kepada teman-teman PSTK dan pihak yang telah membantu keberhasilan kegiatan ini.
Dari cerita diatas, bukan berarti aku tidak punya kendala. Aku tahu konsekuensinya memang tidak mudah menjadi seorang ketua acara besar. Amanah tersebut tentu menyita banyak waktu dan pikiran. Kesibukan kesana-kemari mencari sponsorship, mencari partner kegiatan, memanage waktu kuliah dan sebagainya. Hingga ada suatu keadaan dimana aku harus memutuskan fokus akademik atau fokus kegiatan. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk aktif berkegiatan dan sedikit menurunkan prioritas kuliah. Hasilnya, ketika nilai akhir indeks prestasi di umumkan. “Alhamdulillah indeks prestasi hanya minus satu”, dulu tiga koma, sekarang dua koma. Aku tidak pernah menyesali itu, dan untuk menghibur diri aku katakan pada orang-orang di sebelahku “minus satu untuk kebanggaan tanah air”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar