11 Apr 2011

Kaderisasi



Urgensi Kemahasiswaan dan Kaderisasi
Sebuah organisasi lahir karena kesadaran anggotanya akan pentingnya berhimpun dan berkembang bersama. Falsafah dasar organisasi yaitu, membentuk manusia susila dan demokrat. Menurut Muhammad Hatta, kesusilaan dan kedemokratan manusia tercermin dalam karakter mahasiswa yang memiliki keinsafan dan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan, serta cakap memangku jabatan dan atau pekerjaan dalam masyarakat. Atau dalam kata lain, perguruan tinggi memiliki tugas mulia, membentuk insak akademik yang mampu mengembangkan dirinya, dan mencari serta membela kebenaran ilmiah, untuk membentuk tatanan masyarakat yang lebih baik. Demi tercapainya tujuan mulia tersebut, dibentuklah kebutuhan dasar berupa wadah pendidikan, kesejahteraan, dan aktualisasi yaitu organisasi.
Jiwa pembangun sebuah organisasi kemahasiswaan sendiri harus mengacu pada tridharma perguruan tinggi, yang mengedepankan pendidikan sebagai basis kehidupan, penelitian sebagai implementasi keilmuan, dan pengabdian masyarakat sebagai implementasi kecerdasan sosial. Jika dirunut kembali, menurut konsepsi kemahasiswaan KM ITB, dengan tujuan untuk membentuk insan akademis, maka seluruh proses yang berlangsung di perguruan tinggi adalah proses pendidikan dalam rangka pembentukan karakter. Pembentukan karakter ini berkaitan dengan proses kaderisasi. Dimana kaderisasi merupakan proses pendidikan kepada yang dididik dan pendidikan untuk yang mendidik. Kaderisasi adalah sebuah transformasi nilai-nilai dan sebuah proses pengoptimalan potensi potensi manusia. Dengan kata lain, kaderisasi identik dengan pendidikan.
Untuk membahas urgensi kaderisasi, tentunya berkaitan dengan kondisi - kondisi yang membuat kaderisasi memiliki arti penting didalamnya, yaitu tujuan dan harapan kaderisasi. Secara sederhana, kaderisasi sebagai proses yang memiliki harapan besar untuk mewujudkan tridharma perguruan tinggi melalui pembentukan dan pengembangan karakter mahasiswa. Lebih sederhana lagi, kaderisasi betujuan untuk memanusiakan manusia.

Kaderisasi HIMASITH-Nymphaea
Atas dasar alur berpikir diatas, timbul kesadaran mengenai urgensi kemahasiswaan pada kelompok studi mahasiswa biologi. Dengan itu, lahirlah Himpunan Mahasiswa SITH “Nymphaea” Institut Teknologi Bandung. Sebuah organisasi kemahasiswaan yang berada di Perguruan Tinggi Institut Teknologi Bandung, yang dimaksudkan untuk menunjang proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan keprofesian biologi.
Demi tercapainya tujuan mulia tersebut, diperlukan adanya kekontinuan dan eksistensi HIMASITH Nymphaea. Dalam perwujudannya, setiap tahun diperlukan adanya regenerasi anggota untuk kelangsungan kehidupan Nymphaea. Dan demi kualitas generasi, diperlukan adanya kaderisasi sebagai proses transformasi nilai-nilai dan pembangunan karakter.
Menurut Grand Desain Kaderisasi (GDK) Nymphaea, Mahasiswa tingkat satu sebagai calon kader Nymphaea diarahkan menjadi mahasiswa yang adaptif terhadap lingkungan fisik dan nonfisik kampus SITH, memiliki motivasi untuk mengembangkan keilmuan dan keprofesian sebagai mahasiswa SITH, dan sadar akan rasa kepemilikan terhadap Nymphaea. Sedangkan untuk pembinaan tingkat dua, mahasiswa SITH adalah sebagai berikut : mengarahkan, memfasilitasi dan merangkul mahasiswa tingkat 2 yang baru dilantik di himpunan, meningkatkan kompetensi mahasiswa tingkat 2 yang baru dilantik dalam mengorganisasikan kegiatan himpunan, dan memberikan pemahaman dan aplikasi lanjut mengenai keilmuan dan keprofesian SITH. Inti dari himpunan Nymphaea adalah keprofesian, sehingga semua bentuk dan penjenjangan kaderisasi harus mengacu pada keprofesian tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar