29 Agt 2010

Manusia dan Pilar-Pilar OSKM



Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) merupakan sebuah budaya kaderisasi terbesar yang ada di kampus ITB. Sebuah pintu gerbang bagi kemajuan kemahasiswaan kampus ITB. Bahkan sebuah statement mengatakan baiknya OSKM menentukan baiknya masa depan kemahasiswaan KM ITB, dan buruknya OSKM, adalah cikal bakal kemunduran kemahasiswaan KM ITB.

OSKM memiliki struktur kepanitiaan yang kompleks dan teratur. Salah satu pilar kepanitian yang membedakan dengan kepanitiaan lain adalah adanya kepanitiaan yang disebut Panitia Lapangan. Panitia lapangan ini terbagi menjadi tiga divisi yaitu Divisi Keamanan, Divisi Medik, dan Divisi Taplok (tatatertib kelompok). Tiga pilar inilah yang akan menggambarkan simbol keagungan kaderisasi kampus ITB.

Analog dengan manusia. Makhluk lemah yang memiliki tiga pilar penopang hidup, yang membedakannya dengan mahluk-makhluk Tuhan yang lain. Tiga pilar ini adalah Nafsu, Akal (pikiran), dan Qolb (Hati).
Pilar pertama panitia lapangan OSKM adalah Divisi Keamanan, yang bertugas mengamankan pelaksanaan OSKM. Keamanan mengajarkan dinamisasi lapangan, yang melatih olahrasa sebagai bagian dari managemen emosi. Sedangkan manusia memiliki Nafsu. Yang pada hakekatnya Nafsu adalah wajar dan harus terpenuhi. Namun jika berlebihan dan tak terkendali, nafsu itu akan menghancurkan manusia itu sendiri. Disinilah manusia belajar bagaimana melatih dinamisasi emosi. Manusia belajar bagaimana mendewasakan diri dengan memanage nafsunya agar memperoleh kesempurnaan diri.

Pilar kedua adalah Divisi Medik yang bertugas menolong dan mengevakuasi orang sakit berlandaskan ilmu kemedisan. Medik mengajari kita mengembangkan skill pertolongan pertama yang berdasar pada ilmu. Medik adalah penjaga dari beribu-ribu nyawa peserta OSKM. Jika OSKM punya Medik, manusia dikaruniai Akal (pikiran). Akal sebagai pusat ilmu yang selalu membawa kita pada benar dan salah. Akal inilah sebagai corong ilmu dan sains yang digunakan untuk membangun peradaban. Akal inilah yang menjadi benteng penjaga keimanan dari berbagai godaan dunia yang menyesatkan.

Pilar ketiga adalah Divisi Taplok, yang bertugas membimbing kelompok peserta OSKM agar tetap terjaga dalam cakupan koordinasi antara panita dan peserta. Taplok yang mengajari kita indahnya keikhlasan, Taplok yang mengajari kita indahnya berbagi pengetahuan. Taplok sebagai ujung tombak dari penyampaian materi OSKM, yang jika baik Taploknya, maka baikpula OSKMnya. Manusia pun memiliki Qolb (hati). Qolb merupakan pilar kesadaran yang akan membimbing manusia ke jalan kebenaran. Qolb inilah pusat kita belajar keikhlasan dan sebagai koorsinasi lini kehidupan.

Rasulullah bersabda
Di dalam tubuh terdapat segumpal daging, jika ia baik, maka baik pula ia. Dan jika ia buruk, maka buruk pula ia. Segumpal daging itu adalah qolb."Al-Hadist
Untuk menjadi Keamanan, Medik dan Taplok yang baik, seseorang harus dididik dan dilatih (diklat) selama dua bulan. Selama masa ini pula diadakan ujian materi sebagai syarat lulus menjadi panitia lapangan OSKM. Diklat ini penting sebagai ajang uji coba dan pelatihan menghadapi pelaksanaan yang sebenarnya. Begitupun Manusia. Sejatinya, selama hidupnya adalah diklat dari Yang Maha Kuasa. Manusia diberi ujian oleh Allah, agar manusia semakin meningkat derajatnya. Dan semakin berat ujian/cobaan menandakan semakin tinggi derajat seseorang dihadapan Allah.
Ketiga pilar OSKM, Keamanan, Medik, dan Taplok merupakan satu kesatuan lapangan yang tak dapat dipisahkan. Mereka tak dapat bekerja sendiri dan saling mendominasi. Mereka harus berkolaborasi dan dalam koordinasi agar tercapai keberhasilan OSKM.

Sama dengan manusia, manusia tak dapat melepas tiga pilar, Nafsu, Akal, dan Qolb dari kehidupannya dan harus terjadi sinkronisasi diantara ketiganya. Apa jadinya jika manusia hanya mengedepankan nafsunya saja tanpa berpikir dan dibatasi oleh akal dan qolb. Mungkin manusia akan lebih rendah derajatnya dari binatang. Apa pula jadinya jika seseorang hanya mengedepankan akalnya saja tanpa dibatasi qolb. Orang itu akan menjadi paling somong. Untuk Itulah Allah menciptakan nafsu, akal dan qolb. Tiga pilar inilah yang harus tekoordinasi dan ter-manage dengan baik jika seseorang ingin memperoleh kebahagiaan hidupnya.

Jika OSKM ingin berhasil. Tiga pilar, Keamanan, Medik, dan Taplok inilah yang harus terkoordinasi dan tersinkronisasi dengan baik. Jika manusia ingin memperoleh kebahagiaan hidupnya. Hiduplah dengan mensingkronkan dan mengoordinasi tiga pilar Nafsu, Akal, dan Qolb dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar