19 Apr 2010

Memunculkan Kembali Romantisme Budaya Jawa

-->
Bertambahnya usia seseorang tak akan jauh dari yang namanya bahagia. Seperti seseorang yang bertambah satu tahun usianya, pesta kecil-kecilan ia lakukan demi ucapan rasa syukur pada yang Maha Kuasa. Begitu pula unit kebudayaan yang satu ini. Tepat di usia ke 39 tahun, PSTK ITB akan mempersembahkan pesta terbesarnya di tahun 2010.

Intstitut Teknologi Bandung sebagai cerminan pembangunan kampus nasional yang mempunyai visi menjadi World Class University kembali menunjukkan tanggung jawabnya sebagai Guardian of Culture Value (penjaga nilai-nilai kebudayaan). Issu mulai runtuhnya nilai-nilai kebudayaan nusantara yang akhir-akhir ini kita dengar membawa keresahan di kalangan masyarakat pecinta dan pemerhati seni budaya sedikit terhapuskan. ITB yang disebut-sebut sebagai “Miniatur Indonesia” kembali
menunjukkan jatidirinya. Setelah kemarin sukses ITB Fair, kemudian Pagelaran Seni Budaya yang akan di laksanakan bulan Mei mendatang. Kali ini giliran PSTK ITB yang akan menunjukkan kebolehannya. Tepat di usia 39 tahun PSTK sebagai tiga besar unit kebudayaan  tertua (lainnya LSS dan MGG) akan mempersembahkan pertunjukkan spektakuler bertema “Nuansa Tradisional Budaya Jawa” dalam rangkaian acara Tanggap Warsa (TW) 39 yang akan digelar pada tanggal 2-4 April 2010. Dalam acara Tanggap Warsa yang berarti Hari Ulang ini, beragam acara mulai dari pameran wayang, festival makanan tradisional, lomba mewarnai wayang, workshop batik, wayangan, sampai sendra tari akan ditampilkan oleh anak-anak PSTK.

“Tujuan utama diadakannya acara ini adalah sebagai ajang untuk mengapresiasi mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai ketertarikan pada kesenian dan kebudayaan Jawa” Kata Wahid MT’08 selaku ketua acara ini. Disamping itu, TW 39 ini juga sebagai bentuk pengabdian diri mahasiswa ITB kepada masyarakat yang disalurkan melalui seni budaya. Romantisme budaya jawa yang ingin ditampilkan dalam acara TW 39 ini akan lebih mengarah pada basic training sebagai penerapan kebudayaan kepada mahasiswa dan masyarakat. Acara Workshop Batik misalnya, akan memberikan training mem-batik untuk mahasiswa ITB dan masyarakat umum sehingga terpeliharanya citra budaya jawa.

Tanggap Warsa 39          
Berbagai rangkaian acara akan ditampilkan dalam TWA 39 antara lain;
o   Tanggal 2 April 2010: Pameran Wayang
o   Tanggal 3 April 2010: Festival Jawa
1.                  Workshop batik
2.                  Makanan tradisional
3.                  Belajar tari
4.                  Pagelaran wayang kulit, “Gonjang-ganjing Suralaya”

o   Tgl 4 April : Acara Puncak
·                     Lomba mewarnai wayang untuk anak-anak
·                     Pagelaran Sendra Tari “Nggandrungi Prambanan”
Nggandrungi Prambanan
Acara puncak TW 39 adalah sendra tari yang akan ditampilkan oleh anak-anak PSTK ITB. Acara ini akan digelar pada hari Minggu (4/4/10) di Aula Barat ITB. Dalam sendratari ini akan ditampilkan sebuah lakon klasik yang merupakan cerita rakyat asal Jawa Tengah yaitu “Nggandrungi Prambanan”. Cerita ini berawal dari diceritakannya sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Buta yang jahat menyerang kerajaan Pengging yang aman tentram. Suasana memanas ketika terjadi penyerangan oleh Prabu Boko ke Kerajaan Pengging dan dibalas penyerangan oleh Bandung Bondowoso (Anak Raja Pengging) ke Istana Boko. Sampai akhirnya terjadi pertarungan sengit antara Bandung dengan prabu Boko yang diakhiri dengan tewasnya Prabu Boko.

Dendam kesumat Bandung nampaknya membawa dampak positif padanya, saat Ia menyerbu Kerajaan Pengging dia melihat kecantikan Roro Jonggrang dan akhirnya kepincut dengan kecantikan Roro Jonggrang. Bandung jatuh cinta dan berniat melamar Roro Jonggrang. Namun tak semudah itu ternyata lamaran Bandung diterima, Lamaran Bandung diterima asalkan dapat memenuhi syarat yang sangat tidak masuk akal, yaitu membangun seribu candi dalam waktu satu malam. “Mampukah Bandung Bondowoso menyelesaikan syarat dari Roro Jonggrang?” Nantikan sendratari Lakon “Nggandrungi Prambanan” di acara puncak Tanggap Warsa PSTK ITB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar