28 Nov 2009

Cinta Untuk Mereka


Ungkapan ini aku khususkan untuk segenap Kakak-kakak Relawan dan semua yang terlibat dalam kepanitiaan "Beasiswa ITB Untuk Semua" (BIUS 2009). Terima kasih Kakak-kakakku...


Dulu, mereka bukan siapa-siapa kami, teman bukan,apalagi saudara. Mereka seperti orang asing yang baru kami kenal, namun mereka begitu penyayang. Kini mereka menjadi bagian dari keluarga kami, mereka bagian dari hidup kami. Merekalah yang selalu memperhatikan kami saat suka maupun duka. Ahh,,,,betapa nikmatnya. Tahukah anda kalau kita kini satu keluarga? Itu semua terjadi karena keindahan makna CINTA.



CINTA? Apa kata mereka?
Dokter : “Kesehatan adalah separuh kehidupan, separuhnya lagi adalah CINTA.”
Pedagang : “Jualan yang tak pernah rugi adalah jualan CINTA.”
Ilmuwan : “ Hati-hati pandemi CINTA telah menyebar kemana-mana.”
Pemulung : “Setiap hari kami memunguti CINTA yang sudah dianggap tak berguna.”
Dosen : “Sekarang kita belajar MAFICHI, Matematika, Fisika, CINTA.”
Orang Gila : “Aku tidak gila kalau bukan karena CINTA.”
Tunanetra : “C..I..N..T..A.. Aku tak bisa melihatnya namun bisa merasakannya.”
Tukang Parkir: “Tidak ada kata STOP untuk CINTA...!!”
Orang Bijak : “Cintailah apa yang kamu miliki bukan memiliki apa yang kamu cintai.”
Tunarungu : “Seumur hidup aku hanya pernah mendengar sebuah kata, yaitu CINTA.”
Tukang Kebun : “Bunga terindah yang ada di kebun ini adalah bunga CINTA.”
Koki : “Seenak apapun masakan saya, masih kalah enak dengan masakan CINTA.”
Atlet : “Cucuran keringat saya berbuah medali CINTA di Olimpiade Athena.”
Politikus : “Hukum semua koruptor..!! Kecuali koruptor CINTA.”
Nelayan : “Angin CINTA menbawa perahu kami ke tengah samudera.”
Pemancing : “Saya akan tetap sabar menunggu kail saya tersentak ikan CINTA.”
Tamu : “CINTA mudah datang mudah pergi. Tapi sekali pergi, susah pulang kembali.”
Orang Amnesia : “Saya tak ingat apa-apa lagi kecuali CINTA.”
Matematikawan: “CINTA itu kemiringan hati. Jika grafiknya tidak kontinyu maka tak ada limit.”
Sastrawan : “Seribu karya sastra tentang CINTA, tak sanggup menjabarkan keindahan makna CINTA.”
Tukang Batu : “Batu sekeras ini hanya bisa hancur dengan martil CINTA.”
Dermawan : “Dengan memberi satu CINTA, anda telah membantu saudara-saudara yang terkena bencana kebencian.”
Pengemis : “Terpaksa kami melakukan ini demi sesuap CINTA.
Psikiater : “Dicintai itu mudah, mencintai itu mudah. Tapi dicintai orang yang kita cintai itu yang susah.”
Montir : “Mesin tanpa pelumas seperti hidup tanpa CINTA.”
Sejarawan : “Karena CINTA itulah Negara kita merdeka tahun empat lima.”
Satpam : “Aku rela tak tidur semalam demi menjaga CINTA.”
Guru TK : “Satu-satu aku CINTA Ibu, dua-dua aku CINTA Ibu, tiga-tiga aku CINTA Ibu. Satu dua tiga punya Ibu tiga.”
Teroris : “Saya tertangkap karena membawa bom CINTA.”
Sopir Taksi : “Argometer CINTAku terus bertambah sepanjang jalan kehidupanku.”
Petani : “CINTA yang tak dipupuk akan layu, rapuh dan kering.”
Milyarder : “Semua bisa aku beli dengan uang, kecuali CINTA.”
Sopir Angkot: “Akan kuantar kau kemana saja demi CINTA”

Akhh, maafkan kami yang bodoh ini. Seribu kata CINTA tak bisa mengungkapkan betapa CINTAnya kami kepada mereka. Merekalah kakak-kakak relawan BIUS terCINTA...

2 komentar: